Logo Background RSS

Duit Raya Itu Sedekah Yang Mulia.

  • untitled-1.jpg

    Assalamualaikum w.b.t.

    Salam aidilfitri buat semua sahabat fitrah dan para pelawat website kami.

    Sudah menjadi tradisi kita umat Islam meraikan hari raya aidilfitri dengan meriah dan gembira khususnya bagi kanak-kanak yang masih belum mengerti bagaimanakah penghayatan sebenar hari raya itu. Mereka hanya mengerti bahawa hari raya itu adalah hari untuk mengumpulkan duit raya sebanyaknya daripada orang-orang dewasa yang begitu bermurah hati mensedekahkan sejumlah wang pada hari tersebut.

    Kelebihan tradisi bersedekah di hari raya ini sememangnya amat dibanggakan kerana sebagaimana Allah mensyariatkan bersedekah di dalam Al-Furqan-Nya;

    وَأَنفِقُوا مِن مَّا رَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِين

    Maksudnya:
    Dan belanjakanlah (dermakanlah) sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada kamu sebelum seseorang dari
    kamu sampai ajal maut kepadanya, (kalau tidak) maka dia (pada saat itu) akan merayu dengan katanya:
    Wahai Tuhanku! Alangkah baiknya kalau Engkau lambatkan kedatangan ajal matiku ke suatu masa yang sedikit sahaja lagi, supaya aku dapat bersedekah dan dapat pula aku menjadi dari orang-orang yang soleh. (al-Munafiqun: 10)

     Fadhilat atau kelebihan sedekah

    Dengan bersedekah akan mendapat sepuluh kemuliaan dunia dan akhirat iaitu lima kemuliaan dunia :
    1. Menyucikan harta yang ada
    2. Menyucikan badan.
    3. Menolak bala dan penyakit terutama orang-orang fakir.
    4. Mendatangkan kesukaan.
    5. Harta akan diberkati dan diperluaskan lagi rezeki,
    Manakala lima kemuliaan di akhirat :
    1. Menjadi penaung di akhirat apabila berada di Padang Mahsyar
    2. Diringankan hisab iaitu perkiraan dosanya
    3. Menambah berat timbangan amalan di akhirat.
    4. Memudahkan laluan di Titian Siratal mustaqim dan
    5. Nikmat yang besar ditambah di dalam Syurga.

    Selain daripada itu, kelebihan bersdekah di hari raya juga mampu memberi kegembiraan hati kepada si penerima duit raya tersebut malah akan makin bertambah eratlah hubungan silaturrahim di antara sesama umat Islam. Bersedekah juga mampu melapangkan jiwa si pemberi dan janji Allah kepada sesiapa yang bersedekah, akan di luaskan lagi pintu rezekinya.

    Niatkanlah pemberian duit raya itu sebagai satu sedekah.

    Adakalanya segelintir daripada kita terlupa untuk diniatkan memberi duit raya itu sebagai satu sedekah kerana terlindung oleh pemikiran bahawa memberi duit raya itu adalah sebagai meneruskan satu tradisi dan adat budaya Melayu di hari lebaran. Malah terdapat juga segelintir daripada kita yang risaukan orang lain mengatanya malah ada juga yang bimbang akan dianggap kedekut jika tidak menmberi duit raya. Maka, sebaiknya bermula daripada hari ini niatkan setulus hati yang ikhlas mengeluarkan duit raya sebagai satu sedekah kepada anak-anak kecil dan saudara mara terdekat malah sesiapa sahaja. Alangkah bagusnya jika kita dapat membetulkan kembali niat kepada sedekah yang benar-benar ikhlas, sekurang-kurangnya inilah yang menjadi bekalan yang boleh dibawa apabila kembali menghadap Allah SWT dan menjamin kita ke syurga-Nya yang indah lagi membahagiakan. Insyaallah…

  1. #1 Kang Erry
    September 25th, 2008 at 3:48 pm

    Shalat dan Shodaqoh Solusi Sukses

    Untuk memahami bagaimana shalat dan shodaqoh berperan dalam kesuksesan hidup Anda, ada baiknya Anda memahami Hukum Ketertarikan (The Law of Atrraction).

    “ Sesuatu akan menarik segala sesuatu pada dirinya yang satu sifat dengan dirinya ”

    inilah bunyi Hukum Ketertarikan Universal. Hukum ini menjelaskan daya tarik menarik tidak hanya terjadi pada “materi” namun juga terjadi pada “non-materi”.

    Hukum ini menjelaskan bagaimana kita bisa mendengarkan siaran radio FM dari frekwensi 99.9 MHz hanya kalau radio FM kita juga di-stel pada frekwensi yang sama.

    Demkian halnya dengan “non-materi” seperti hati nurani kita / ruhani, maka akan berlaku hal yang sama.

    Seorang yang hobi memancing akan mempunyai kecenderungan berkumpul dengan orang yang hobi memancing juga.

    Suami-istri akan berjalan lancar dan awet dalam menjalani rumah tangganya kalau lebih banyak persamaan sifat dari pada perbedaannya.

    Kalau kita mengeluh dan berputus asa maka kecenderungan yang tertarik adalah Justru apa yang kita keluhkan yakni berupa hal yang tidak kita inginkan seperti sesuatu yang tidak enak, kesialan atau ketidak beruntungan. Tetapi kalau kita bersyukur, benar-benar menerima dengan “Ikhlas” apa apa yang diberikan oleh Allah SWT, serta bertawakal kepadanya, maka yang akan tertarik adalah keberuntungan dan dibukanya pintu nikmat, pintu rezeki, pintu hidayah, ampunan dan segala pintu kemaslahatan di dunia dan di akhirat.

    Terlepas dari semua penjelasan Ilmiah mengenai fenomena ini; dimana para ahli pikir, para ilmuwan menerjemahkan fenomena The Law of Attraction / hukum ketertarikan ini dari berbagai sudut pandang keilmuan masing-masing dengan berbagai interpretasi yang memang masih mengundang banyak kontroversi. Tetapi satu hal, bahwa : hukum ini kenyataannya memang berlaku demikian. Hal ini diperkuat dengan Firman Allah SWT dalam Al-Qur’anul Karim, Surat Ibrahim Ayat 7 :

    dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Q.S. Ibrahim : 7)

    Jika kita jeli memperhatikan ayat ini, maka ayat ini tiada lain adalah Hukum Ketertarikan itu sendiri. Jika kita menerapkan nilai-nilai syukur dalam hidup kita seperti: menerima, tidak putus asa, tidak mengeluh, tetap percaya diri dan optimis, berbaik sangka dan lain sebagainya, maka Allah akan menambahkan nikmat kepada kita; dengan kata lain menarik nikmat, menarik segala kebaikan, dibukanya pintu rezeki, hidayah dan ampunan.

    Tetapi Jika kita kufur terhadap nikmat yang diberikan Allah SWT, seperti berburuk sangka kepada Allah, egois, mengeluh, putus asa dan segala fikiran yang tidak enak disimpan di hati, maka “sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. Azab adalah sesuatu yang tidak mengenakan, sesuatu yang tidak kita inginkan untuk terjadi, tetapi kita pasti menerimanya ketika kita tidak mau mensyukuri apa-apa yang telah diberikan Allah kepada kita, dengan kata lain menarik azab, menarik kesialan dan ketidak beruntungan dalam hidup kita.

    Bentuk syukur mahluk terhadap sang pencipta (Khalik) adalah hanya dengan jalan mengabdi / ibadah kepada Allah dengan pengertian yang seluas luasnya. Oleh karena bentuk syukur itu ibadah, maka berlaku sebuah rumus :

    IBADAH YANG PALING UTAMA = SYUKUR YANG PALING UTAMA

    Ibadah yang paling utama tiada lain adalah dengan mendirikan Shalat, yakni melaksanakan Shalat dengan khusyu, ikhlas dan benar; serta menerapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Sahalat terkandung nilai disiplin, rendah Hati, optimis, fokus / serius / khusyu, ikhlas, tawakal, sabar, tenang / tumaninah, teliti, taat pada aturan, kejujuran, kebersamaan, persatuan , cinta dan kasih sayang, serta seabreg nilai-nilai kebaikan lainnya.

    Artinya, jika kita tidak menerapkan nilai-nilai Shalat dalam kehidupan sehari-hari maka bukan termasuk orang-orang yang mendirikan Shalat! Tetapi hanya mengerjakannya saja, yang tidak akan bisa memberikan manfaat apa-apa, kecuali rasa cape semata. Maka pantaslah mendirikan Sahalat adalah bentuk syukur yang paling utama dan merupakan amal yang paling pertama di hisab, karena Shalat adalah induknya ibadah yang menjadi ruh dalam setiap ibadah yang kita lakukan.

    Shalat bagaikan magnet yang sangat luar biasa dahsyatnya untuk menarik segala kesuksesan yang Anda inginkan. Shalat merupakan sentralisasi power dengan kekuatan tak terhingga, hanya Allah yang tahu, karena anugrah Allah SWT begitu sangat besar.

    Demikian halnya dengan Shodaqoh, maka The Law of Atraction / Hukum Ketertarikan pun berlaku; apapun yang kita berikan, jika dilakukan dengan ikhlas, akan menarik segala kebaikan yang merupakan anugrah Allah SWT sebagai balasan kita bersyukur atas nikmatnya.

    “Kalau kita melapangkan kesusahan orang lain, maka kita akan dilapangkan oleh Allah SWT”

    inilah yang menjadi sebab, mengapa Shodaqoh tidak akan membuat pelakunya rugi atau bangkrut, malah di balas dengan rejeki yang berlipat ganda oleh Allah SWT.

    Shalat dan Shodaqoh merupakan perpaduan yang sangat serasi, dan dalam Al-Qur’an akan banyak kita temukan perpaduan Shalat dengan Shadaqoh, Infaq dan Zakat; yang intinya adalah menafakahkan sebagian rezekinya di jalan Allah.

    (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka (Q.S. Al-Baqarah : 3)

    Katakanlah kepada hamba-hamba Ku yang telah beriman: “Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan (Q.S. Ibrahim : 31)

    Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi (Q.S. Al Faathir : 29)

    (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka (Q.S. Al-Anfal : 3)

    Dan masih banyak lagi ayat-ayat bernada sejenis dalam Al-Qur’an yang memadukan Shalat dan Shodaqoh / menafkahkan sebagain rezekinya di jalan Allah. Hal ini menunjukan bahwa keduanya mempunyai kaitan yang sangat erat sekali.

    Kalau kita telaah kembali sejarah pergerakan Islam yang berawal dari padang pasir tandus di kampung kecil bernama Mekah, dalam waktu hanya 100 tahun berkembang menjadi sebuah imperium raksasa dengan wilayah kekuasaan terbesar di dunia, sebuah prestasi yang sangat luar biasa yang tidak ada seorangpun di dunia ini yang bisa menyamainya.

    Di jaman Rasulullah, mesjid tidak hanya menjadi tempat shalat; melainkan juga menjadi sentral pemerintahan dan pembinaan umat, serta tempat perlindungan orang-orang miskin. Islam menyantuni fakir miskin melalui baitul mall sebagai wujud iman yang sesungguhnya.

    “ tidak disebut beriman seseorang yang membiarkan tetangganya kelaparan ”

    Islam memiliki konsep pergerakan moral dengan memadukan perbaikan sendi-sendi perekonomian yang pro rakyat; sehingga rakyat menjadi loyal dan bangkit dengan disertai sebuah keyakinan iman yang sangat luar biasa, menjadikan Islam menjadi agama yang paling pesat perkembangannya di seluruh dunia.

    Shalat dan shodaqoh iniah yang menjadi rahasia bagaimana generasi Islam pertama mencapai kesuksesan yang gemilang.

    Sebagai salah satu ilustrasi, bagaimana shodaqoh ini berperan dalam awal penggapaian kejayaan sebuah bangsa adalah sebagai berikut:

    Jika dalam sebuah desa ada sekitar 200 orang yang suka merokok, I hari 1 bungkus dengan harga per bungkus Rp. 8.000; kalau misalnya disisihkan uang rokoknya sebesar Rp. 1.000 untuk shodaqoh, toh tidak akan memberatkan hanya membeli rokok Rp. 7000 atau satu bungkus kurang 1 batang atau 2 batang rokok, dalam prakteknya para perokok juga tidak begitu pelit memberikan rokok sebatang atau dua batang kepada teman atau relasinya sebagai kebiasaan dalam pergaulan.

    Berarti kalau sanggup shodaqoh sehari Rp. 1.000, maka 1 hari terkumpul uang Rp. 200.000 dan dalam sebulan sudah terkumpul Rp. 6.000.000 !

    Itu baru dari para perokok, belum dari ibu-ibu dari sisa uang belanja dan dari masyarakat yg memang sudah biasa bershodaqoh. Maka jika di kampung itu ada 10% yang miskin, dan uang hasil shodaqoh ini digunakan untuk modal kerja masyarakat yang miskin dibina mental spiritualnya, diarahkan kerjanya serta dikontrol progress-nya, maka kemiskinan bisa di berantas kurang dari 5 tahun.

    Notice: 1 RM = Rp. 2600
    1000 < 1 RM

    Lalu apa yang kita dapat dari hasil sholat dan shodaqoh kita? Sudah pasti keberuntungan dan nikmat serta anugrah dari Allah yang melimpah ruah, dibukakan segala kemudahan dalam segala hal, di curahkan rakhmat Allah dari langit dan bumi, kebahagia sejati di dunia dan di akhirat, menjadi manusia yang sukses ; yakni manusia yang bisa memberikan manfaat tidak hanya untuk dirinya melainkan juga untuk masyarakat di sekelilingnya. Inilah janji Allah SWT yang tidak mungkin berdusta. Sebagai umat islam kita wajib meyakini akan hal ini, kalau kita tidak yakin maka sama saja kita tidak meyakini al-Qur’an dan itu artinya kita tidak meyakini Allah yang menurunkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia.

    Allah SWT berfirman :

    … dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia” (Q.S. An-Naml : 40)

    Lihatlah bahwa Allah tidak membutuhkan Syukur kita Allah itu Maha Kaya, karena sesungguhnya kalau kita bersyukur maka itu akan kembali kepada kita juga. Shalat dan Shodaqoh adalah implementasi dari rasa syukur kita kepada Allah, Demi Allah, Allah SWT tidak akan pernah mensia-siakan amal perbuatan kita walau sekecil apapun.

    Ayo kita jadikan Shalat dan Shodaqoh sebagai Solusi Sukses; dan segera wujudkan impian dan cita-cita kesuksesan Anda!

    Post ReplyPost Reply
Tinggalkan komen/pendapat
Website ini menggunakan gravatar (globally-recognized-avatar) untuk memaparkan avatar anda di setiap komen. Untuk mendapatkan gravatar anda, sila register di Gravatar.com

  • :em09:
  • :em24:
  • :em29:
  • :em17:
  • :em05:
  • :em64:
  • :em57:
  • :em63:
  • :em42:
  • :em26:
  • :em06:
  • :em11:
  • :em21:
  • :em61:
  • :em67:
  • :em41:
  • :em51:
  • :em50:
  • :em34:
  • :em47:
  • :em65:
  • :em12:
  • :em18:
  • :em49:
  • :em38:
  • :em66:
  • :em39:
  • :em16:
  • :em46:
  • :em22:
  • :em19:
  • :em71:
  • :em45:
  • :em54:
  • :em36:
  • :em69:
  • :em37:
  • :em62:
  • :em20:
  • :em28:
  • :em03:
  • :em52:
  • :em04:
  • :em23:
  • :em32:
  • :em27:
  • :em59:
  • :em07:
  • :em25:
  • :em02:
  • :em60:
  • :em31:
  • :em13:
  • :em68:
  • :em48:
  • :em35:
  • :em55:
  • :em01:
  • :em10:
  • :em30:
  • :em40:
  • :em14:
  • :em33:
  • :em56:
  • :em44:
  • :em70:
  • :em15:
  • :em58:
  • :em08:
  • :em43:
  • :em53: